Feeds:
Posts
Comments

Minggu lalu, saya baru saja mengganti sprei. Hari minggu selalu saya pergunakan untuk beres-beres kamar. Waktu seminggu sudah lebih dari cukup untuk para debu bersemayam di kamar saya. Dan hari ini, sudah seminggu sprei yang baru saya beli di ternate itu saya pergunakan.

Saya merasa ada yang berbeda dari sprei yang satu ini. Padahal sama-sama sprei. Tapi kenapa sprei ini lebih dingin dari sprei lama saya?? Seakan ada kehangatan yang hilang dari sebuah sprei.

Sprei lama saya diberikan oleh ibu saya kira-kira setahun lalu saat saya berangkat dari jakarta untuk dinas di Ternate. Dua buah sprei biasa, yang satu bergambar tokoh sonic si landak dan yang satu lagi bergambar beruang. Keduanya berwarna biru.

Malam-malam saya lalui tidur di atas sprei itu. Seperti ada kehangatan seorang ibu yang menjaga tidur saya. Tapi kehangatan itu tiba-tiba hilang saat saya memakai sprei baru. Ah..aneh.. Malam terasa lebih dingin dari biasanya.

Sepertinya hari ini saya akan ganti sprei lagi..

Untuk ke sekian kalinya, saya menulis di blog. Mencoba bercerita tentang banyak hal yang terjadi di kehidupan saya. Entah ada yang baca atau tidak, pokoknya saya mau menulis.

Berawal dari hengkangnya Bangpay dari kantor saya, maka hilang pula seorang blogger berkualitas. Setidaknya menurut saya, blognya enak dibaca. Lalu, apakah saya mencoba menggantikannya? Saya rasa tidak. Paling juga blog ini hanya bertahan sebulan. Setelah itu akan terbengkalai seperti blog-blog saya yang lain.

Di blog ini, saya mencoba menggunakan bahasa yang agak formal. Karena biasanya blog-blog saya isinya kata2 seenak perut saya. Dan sumpah, ngga enak dibaca. Lagipula setelah memasuki dunia kerja, sayapun harus terbiasa menggunakan kata2 formal seperti dalam telenovela. Dulu mungkin saya berkata “Ni komputer mo dipake kaga?” dan sekarang saya harus berkata “Apakah anda ingin menggunakan komputer ini?”. Aneh memang, tapi mau bagaimana lagi kalau itu sebuah tuntutan profesi untuk berbicara formal di depan semua orang.

Dan seperti blog saya yang lain, template pun seadanya. Maksud seadanya disini bukan hitam putih macam DOS Prompt ataupun Microsoft Word, tapi se-tersedia-nya. Bukan karena tidak ingin menggantinya. Tapi karena saya benar2 tidak bisa menggantinya.

Tapi, semakin lama kok kata-katanya jadi semakin mirip dengan blog bangpay ya??

Ah biarlah, toh kami sudah tidak sekantor.

Akhir kata, semoga niat saya untuk terus menulis di blog ini akan selalu ada.

NB : Cape gila nulis pake bahasa formal.. Bukan gw banget!!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.